Makalah Keperawatan

Wednesday, 22 January 2014

Makalah Psoriasis



PEMBAHASAN

2.1 Definisi
 Psoriasis merupakan penyakit kulit yang penyebabnya adalah autoimun tetapi cara penurunannya belum dimengerti sepenuhnya. Penyakit ini bersifat kronik dan residif, ditandai dengan adanya bercak-bercak eritema berbatas tegas dengan skuma yang kasar, berlapis-lapis dan transparan disertai fenomen tetesan lilin, auspitz dan kobner.
2.2 Etiologi
Penyebabnya belum diketahui, faktor imun mungkin berperan karena penyakit yang parah dapat timbul pada orang dengan gangguan kekebalan, namun pada beberapa penderita dijumpai adanya faktor pencetus antara lain .      Trauma, faktor genetik, faktor metabolik, infeksi virus streptococcus,0baat-obatan.

2.3 manifestasi klinis
Lesi muncul sebagai bercak-bercak merah menonjol pada kulit yang ditutupi oleh sisik berwarna perak. Bercak-bercak ini tidak basah .
Kulit penderita psoriasis awalnya tampak seperti bintik merah yang makin melebar dan ditumbuhi sisik lebar putih berlapis-lapis. Penyakit psoriasis dapat disertai dengan / tanpa rasa gatal. Kulit dapat membaik seperti kulit normal lainnya setelah warna kemerahan, putih atau kehitaman bekas psoriasis.




Inflamasi kulit epidermis
 
2.4 Patofisiologi


 























2.5 Penatalaksanaan
Tujuan penatalaksaan adalah untuk memperlambat pergantian epidermis, meningkatkan resolusi lesi psoriatik dan mengendalikan penyakit tersebut.
Ada tiga terapi standar, yaitu : Topikal, Terapi Intralesi dan sitemik
Ø  Topikal: obat-obatannya mencakup: Preparat ter, Antralin, dan Kortikosteroid.

a.    Preparat ter: Preparat yang dioleskan secara topikal digunakan untuk melambatkan aktivitas epidermis yang berlebihan tanpa mempengaruhi jaringan lainnya.biasa digunakan dan mempunyai efek antiradang.
b.    Antralin:adalah Preparat (Antra-derm, Dritho – Creme, Lasan) yg berguna untuk mengatasi plak psoriatik yg tebal yg resisten terhadap preparat kortikosteroid atau Preparat ter lainnya.
c.    Kortikosteroid topikal dapat dioleskan untuk memberikan efek antiinflamsi. Setelah obat ini dioleskan, bagian kulit yg diolesi ditutup dengan kasa lembaran plastik oklusif untuk menggalakkan penetrasi obat dan melunakkan plak yang bersisik.
d.    Pengobatan dengan penyinaran: seperti diketahui sinar ultraviolet mempunyai efek menghambat mitosis, sehingga sehingga dapat digunakan untuk menghambat psoriasis.

Ø  Terapi Intralesi: penyuntikan triamsinolon asetonida intralesi (Aristocort, Kenalog-10, Trymex) dapat dilakukan langsung kedalam bercak-bercak psoriasis yg terlihat nyata atau yg terisolasi dan resisten terhadap bentuk terapi lainnya.

Ø  Sistemik :obat-obatannya mencakup: Kortikosteroid, Metotreksat, Hidroksiurea, dan retinoid oral.

a.    Kortikosteroid: dapat mengontrol psoriasis,
b.    Metatreksat : bekerja dengan cara menghambat sintensis DNA dalam sel epidermis sehingga mengurangi waktu pergantian epidermis yg psoriatik.
c.    Hidroksiurea: menghambat replikasi sel dengan mempengaruhi sistesis DNA.
d.    Retinoid Oral (devirat sintetik vitamin A dan Metabolismenya, asam vitamin A) akan memodulasi pertumbuhan serta diferensiasi jaringan epitel.
3.1 Diagnosa Keperawatan
Diagnosis keperawatan
1.    Gangguan integritas kulit b.d lesi dan reaksi inflamasi
2.    Ganguan citra tubuh b.d perasaan mau terhadap penampakan diri dan persepsi dari tentang ketidak berhasian.
3.    Kurang pengatahuan tentang proses penyakit dan terapinya

Intervensi 
dx.1. Gangguan integritas kulit b.d lesi dan reaksi  inflamasi
·         Kaji kerusakan jaringan kulit yang terjadi pada klien
Rasional : menjadi data dasar untuk memberikan informasi intervensi keperawatan yang akan digunakan
·         Lakukan tindakan peningkatan integritas jarigan
Rasional : untuk menghindari cidera kulit pasien harus dinasehati agar tidak menggaruk atau mencubit daerah yang sakit
·         Tingkatkan asupan nutrisi
Rasional : Diet TKTP diperlukan untuk meningkatkan asupan dari kebutuhan pertumbuhan jaringan.
·         Evaluasi kerusakan jaringan dan perkembangan pertumbuhan jaringan
Rasional : apabila masih belum mencapai dari kriteria evaluasi 5 x 24 jam, maka perlu dikaji ulang faktor- faktor penghambat pertumbuhan dan perbaikan lesi.

dx. 2. Ganguan citra tubuh b.d perasaan malu terhadap penampakan diri dan persepsi dari tentang ketidak berhasian.
Intervensi
·         Kaji perubahan dari gangguan persepsi dan hubungan dengan derajat ketidakmampuan.
Rasional: menentukan bantuan individual dalam menyusun rencana perawatan atau pemulihan intervensi.
·         Identifikasi arti dari kehilangan atau difungsi pada pasien
Rasional : beberapa pasien dapat menerima secara efektif kondisi perubahan fungsi yg dialami, sedangkan yg lain mempunyai kesulitan dalam menerima perubahan fungsi yg dialaminya.
·         Bina hubungan terapeutik
Rasional : pasien harus memiliki keyakinan diri dan pemberdayaan dalam melaksanakan program terapi, serta menggunakan strategi koping yg membantu mengatasi perubahan pada konsep diri dan citra tubuh yg ditimbulkan oleh penyakit Psoriasis.
·         Bantu pasien untuk mendapatkan mekanisme koping yg efektif.
Rasional : pengenalan terhadap strategi koping yg berhasil dijalankan oleh penderita psoriasis lainnya dan saran-saran untuk megurangi atau menghadapi situasi penuh stres dirumah, sekolah dan tempat kerja.
dx.3 Kurang pengatahuan tentang proses penyakit dan terapinya b.d tidak adekuatnya sumber informasi, ketidaktahuan program perawatan dan pengobatan.
·         Kaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga tentang Psorisis.
Rasional :pengetahuan pasien dan orang tua yg baik dapat menurunkan resiko komplikasi
·         Meningkatkan cara hidup sehat seperti intake makanan yg baik, keseimbangan, keseimbangan antara aktivitas dan istirahat, monitor status kesehatan dan adanya infeksi.
Rasional : meningkatkan sistem imun dan pertahanan terhadap infeksi
·         Jelaskan tentang kondisi penyakit dan pentingnya penatalaksanaan psoriasis.
Rasional :perawat harus menjelaskan dengan perasaan yg peka bahwa sampai saat ini  belum terdapat pengobatan untuk penyembuhan total penyakit psoriasis bahwa penanganan seumur hidup tidak diperlukan dan bahwa keadaan ini dapt dihilangkan, serta dikendalikan.


BAB III
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Psoriasis merupakan penyakit kulit yang penyebabnya adalah autoimun tetapi cara penurunannya belum dimengerti sepenuhnya. Penyakit ini bersifat kronik dan residif, ditandai dengan adanya bercak-bercak eritema berbatas tegas dengan skuma yang kasar, berlapis-lapis dan transparan disertai fenomen tetesan lilin, auspitz dan kobner. Dan penyebab penyakin ini belum dpat diketahui secara pasti, namun , faktor imun mungkin berperan karena penyakit yang parah dapat timbul pada orang dengan gangguan kekebalan,

4.2 Saran
·         Diharapkan agar mahasiswa mampu menguasai pengetahuan tentang Psoriasis
·         Meningkatkan cara hidup sehat, seperti intake makanan yg baik, keseimbangan antara aktivitas dan istirahat, serta memonitor status kesehatan
·         Menjaga Personal Hygiene








DAFTAR PUSTAKA

-       Brunner&Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Jakarta: EGC

-       Muttaqin, Arif dan Sari, Kumala. 2012. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Integumen. Jakarta: Salemba Medika


-       Djuanda, Adhi. 2010. Ilmu Penyakit dan Kelamin. Edisi 6. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

-       Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jakarta: Media Aesculapius

No comments:

Post a Comment

terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar