Makalah Keperawatan

Wednesday, 15 January 2014

PERAN PERAWAT DALAM PEMBERIAN OBAT



         BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Perawat bertanggung jawab dalam pemberian obat – obatan yang aman. Perawat harus mengetahui semua komponen dari perintah pemberian obat dan mempertanyakan perintah tersebut jika tidak lengkap atau tidak jelas atau dosis yang diberikan di luar batas yang direkomendasikan. Secara hukum perawat bertanggung jawab jika mereka memberikan obat yang diresepkan dan dosisnya tidak benar atau obat tersebut merupakan kontraindikasi bagi status kesehatan klien. Sekali obat telah diberikan, perawat bertanggung jawab pada efek obat yang diduga bakal terjadi. Buku-buku referensi obat seperti , Daftar Obat Indonesia ( DOI ), Physicians‘ Desk Reference (PDR), dan sumber daya manusia, seperti ahli farmasi, harus dimanfaatkan perawat  jika merasa tidak jelas mengenai reaksi terapeutik yang diharapkan, kontraindikasi, dosis, efek samping yang mungkin terjadi, atau reaksi yang merugikan dari pengobatan. Obat dapat dibuat dari sumber alam atau sintesis oleh pabrik farmasi. Sebelum sesuatu obat diberikan atau dikonsumsi seseorang, obat telah melalui berbagai proses antara lain proses penyediaan, pengolahan, pengijinan, perdagangan, pengorderan, pemblian dan pemakaian. Pada aspek pemberian obat, perawat harus yakin tentang order pengobatan yang dibuat oleh dokter sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dan pelaksanannya.




B.Tujuan
1.    Umum
·         Mahasiswa dapat memahami tentang fungsi perawat dalam pemberian obat

2.    Khusus
·         Mahasiswa dapat menjelaskan Peran dalam mengobservasi efek samping dan alergi obat
·         Mahasiswa dapat menjelaskan Peran Dalam Mendukung Keefektifitasan obat
·         Mahasiswa dapat menjelaskan enam hal yang benar dalam pemberian obat kepada klien
·         Mahasiswa dapat menjelaskan Peran Perawat dalam Menyimpan, Menyiapkan, dan Administrasi Obat.
·         Mahasiswa dapat menjelaskan Peran perawat dalam melakukan pendidikan kesehatan tentang obat













BAB II
ISI

A.  Pembahasan
Peran dan tanggung jawab perawat dalam pemberian obat mengalami perubahan seiring dengan perubahan keperawatan dan system pelayanan kesehatan dalam menanggapi tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan tututan teknologi. Secara tradisional  perawat hanya dapat memberikan obat setelah mendapat pesan dari dokter. Untuk saat ini perawat lebih banyak terlibat dalam pemberian obat. Peran ini juga cukup berfariasi antar peran di rumah sakit dan puskesmas. Di beberapa rumah sakit perawat dapat memberikan obat  secara langsung pada keadaan tertentu misalnya dalam kondisi gawat, sementara keterlibatan ahli farmasi dalam pemberian obat secara langsung juga mengikat. Dipuskesmas perawat banyak terlibat secara langsung dalam menentukan obat dan memberikan obat pada pasien.
Bagaimanapun peran perawat dalam memberikan obat, perawat harus mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang memadai dalam upaya memberikan asuhan keperawatan yang bermutu. Pemberian obat tidak boleh dipandang secara terpisah dari pasien dan ini harus dikaitkan dengan rencana keperawatan. Perawat mempunyai peranan dalam melakukan pengkajian secara berkelanjutan, untuk ini perawat harus mempunyai pengetahuan yang memadai tentang mekanisme tubuh, efek obat, efek samping obat, makologi obat yang diberikan kepada pasien sehingga dapat mengobservasi keefektivitasan obat dan mendeteksi adanya kemungkinan toksisitas. Pengetahuan tentang farmakologi yang harus diketahui perawat cukup berfariasi, antara lain tentang dosis reaksi obat, mekanisme tubuh, efek obat, efek samping obat, cara pemberian, interaksi obat dengan bahan lain, makna pemberian obat, serta perilaku dan persepsi pasien dalam menerima terapi obat.
·         Enam hal yang benar dalam pemberian obat
Supaya dapat tercapainya pemberian obat yang aman, seorang perawat harus melakukan enam hal yang benar :
1.    Klien yang benar
2.    Obat yang benar
3.    Dosis yang benar
4.    Waktu yang benar
5.    Rute yang benar
6.    Dokumentasi yang benar.

·          Dua hak klien yang berhubungan dengan pemberian obat.
a.    Hak klien untuk mengetahui alasan pemberian obat.
Hak ini adalah prinsip dari pemberian persetujuan setelah mendapatkan informasi (informed consent) yang berdasarkan pengetahuan individu yang diperlukan untuk membuat keputusan.

b.    Hak klien untuk menolak pengobatan.
Klien dapat menolak untuk menerima suatu pengobatan. Adalah tanggung jawab perawat untuk menentukan, jika memungkinkan, alasan penolakan dan mengambil langkah-langkah yang perlu untuk mengusahakan agar klien mau menerima pengobatan. Jika tetap menolak, perawat wajib mendokumentasikan pada catatan perawatan dan melapor kepada dokter yang menginstruksikan.





B.  Peran Dalam Mendukung Keefektifitasan obat
Dengan memiliki pengetahuan yang memadai tentang daya kerja dan efek terapeutik obat, perawat harus mampu melakukan observasi untuk mengevaluasi efek obat dan harus melakukan upaya untuk meningkatkan keefektifitasan obat. Pemberian obat tidak boleh dipandang sebagai pengganti perawatan, karena upaya kesehatan tidak dapat terlaksana dengan pemberian obat saja. Pemberian obat harus dikaitkan dengan tindakan perawatan. Ada berbagai pendekatan yang dapat dipakai dalam mengevaluasi keefektifitasan obat yang diberikan kepada pasien. Namun, laporan langsung yang disampaikan oleh pasien dapat digunakan pada berbagai keadaan. Sehingga, perawat penting untuk bertanya langsung kepada pasien tentang keefektifitasan obat yang diberikan.

C.  Peran dalam mengobservasi efek samping dan alergi obat
Perawat mempunyai peran yang penting dalam mengobservasi pasien terhadap kemungkinan terjadinya efek samping obat.untuk melakukan hal ini, perawat harus mengetahui obat yang diberikan pada pasien serta kemungkinan efek samping yang dapat terjadi. Beberapa efek samping obat khususnya yang menimbulkan keracunan memerlukan tindakan segera misalnya dengan memberikan obat-obatan emergensi, menghentikan obat yang diberikan dan secepatnya memberitahu dokter. Perawat harus memberitahu pasien yang memakai/ minum obat di rumah mengenai tanda-tanda atau gejala efek samping obat yang harus dilaporkan pada dokter atau perawat. Setiap pasien mempunyai ketahanan yang berbeda terhadap obat. Beberapa pasien dapat mengalami alergi terhadap obat-obat tertentu. Perawat mempunyai peran penting untuk mencegah terjadinya alergi pada pasien akibat pemberian obat. Data tentang alergi harus diperoleh sewaktu perawat melakukan pengumpulan data riwayat kesehatan.
D.  Peran Perawat dalam Menyimpan, Menyiapkan, dan, Pencatatan
Dalam menyimpan obat harus diperhatikan tiga faktor utama, yaitu :
  1. Suhu, adalah faktor terpenting, karena pada umumnya obat itu bersifat termolabil (rusak atau berubah karena panas), untuk itu perhatikan cara penyimpanan masing-masing obat yang berbeda-beda. Misalnya insulin, supositoria disimpan di tempat sejuk < 15°C (tapi tidak boleh beku), vaksin tifoid antara 2 - 10°C, vaksin cacar air harus < 5°C.
  2. Posisi, pada tempat yang terang, letak setinggi mata, bukan tempat umum dan terkunci.
  3. Kedaluwarsa, dapat dihindari dengan cara rotasi stok, dimana obat baru diletakkan dibelakang, yang lama diambil duluan. Perhatikan perubahan warna (dari bening menjadi keruh) pada tablet menjadi basah / bentuknya rusak.
Persiapan :
Ø  Cuci tangan sebelum menyiapkan obat
Ø   Periksa riwayat, kardek dan riwayat alergi obat
Ø   Periksa perintah pengobatan
Ø   Periksa label tempat obat sebanyak 3 kali
Ø   Periksa tanggal kadaluarsa
Ø   Periksa ulang perhitungan dosis obat dengan perawat lain
Ø   Pastikan kebenaran obat yang bersifat toksik dengan perawat lain atauahli Farmasi
Ø   uang tablet atau kapsul kedalam tempat obat. Jika dosis obat dalam unit,buka obat disisi tempat tidur pasien setelah memastikan kebenaran identifikasi pasien
Ø   Tuang cairan setinggi mata. Miniskus atau lengkung terendah dari cairan harus berada pada garis dosis yang diminta
Ø  Encerkan obat-obat yang mengiritasi mukosa lambung (kalium, aspirin) atau berikan bersama-sama dengan makanan

Pencatatan :
Ø  Laporkan kesalahan obat dengan segera kepada dokter dan perawat supervisor. Lengkapi laporan peristiwa
Ø  Masukkan kedalam kolom, catatan obat yang diberikan, dosis, waktu rute, dan inisial Anda.
Ø   Catat obat segera setelah diberikan, khususnya dosis stat
Ø  Laporkan obat-obat yang ditolak dan alasan penolakan.

E.  Peran perawat dalam melakukan pendidikan kesehatan tentang obat
Perawat mempunyai tanggung jawab dalam melakukan pendidikan kesehatan pada pasien, keluarga, dan masyarakat luas. Hal ini termasuk pendidikan yang berkaitan dengan obat. Perawat dapat memberikan penyuluhan tentang manfaat obat secara umum, sedangkan informasi yang lebih terperinci bukan merupakan tanggung jawab perawat tetapi tanggung jawab dokter.







BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, jelaslah bahwa pemberian obat pada klien merupakan fungsi dasar keperawatan yang membutuhkan keterampilan teknik dan pertimbangan terhadap perkembangan klien. Perawat yang memberikan obat-obatan pada klien diharapkan mempunyai pengetahuan dasar mengenai obat dan prinsip-prinsip dalam pemberian obat. Selain itu juga, perawat juga harus mengetahui enam hal yang benar dalam pemberian obat kepada pasien. Karena hal itu berperan penting dalam kesuksesan perawat dalam pemberian obat.

No comments:

Post a Comment

terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar